Ikan tilapia, atau yang lebih dikenal dengan nama nila, merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi. Ikan ini sangat ideal untuk dibudidayakan karena dapat hidup di tempat yang ramai, cepat berkembang, dan mengonsumsi makanan vegetarian yang murah. Maka itulah harga ikan tilapia juga lebih terjangkau. Bahkan, budidaya ikan tilapia yang dinobatkan sebagai yang terbaik juga berasal dari Indonesia, lho.

Apa saja manfaat dari ikan tilapia?

Saat ini, masih banyak orang terutama di Indonesia yang lebih memilih untuk makan ayam dan daging merah sebagai sumber protein. Padahal, kandungan nutrisi dalam ikan juga tak kalah bermanfaat, malah ikan juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan paling sehat.

Salah satunya termasuk tilapia. Jika dilihat dari nutrisinya, ikan tilapia mengandung sekitar 26 gram protein dan 128 kalori di setiap 100 gramnya. Tilapia juga kaya akan niacin, vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium.

Bagi yang sedang menjalani diet, tidak perlu khawatir karena ikan tilapia hanya mengandung sekitar 3 gram lemak pada setiap penyajiannya.

Berikut adalah manfaat berbagai kandungan nutrisi dari ikan tilapia untuk tubuh:

1. Ikan Tilapia mengandung asam lemak

Tilapia mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6. Keduanya memiliki kegunaannya masing-masing untuk tubuh anda.

Walau tidak setinggi pada ikan salmon, kandungan omega-3 dalam tilapia tetap lebih unggul dibandingkan pada daging ayam atau sapi. Omega-3 akan mendukung kerja selaput dalam sel tubuh dan berperan penting dalam menjaga kesehatan darah, paru-paru, serta sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, American Heart Association juga menyarankan makan ikan setiap dua kali seminggu untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Sedangkan, kandungan omega-6 dalam ikan tilapia yang tinggi juga berfungsi untuk menjaga kolesterol tetap terkendali. Omega-6 akan mempersiapkan sel-sel otot agar dapat merespons pada insulin dengan lebih baik. Insulin adalah sebuah hormon yang membantu mengubah gula menjadi energi. Hal ini pastinya akan sangat bermanfaat bagi anda yang menderita diabetes.

2. Mengandung selenium

Sebuah tinjauan terhadap studi yang melibatkan lebih dari 350.000 orang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kandungan selenium yang tinggi pada darah memiliki risiko yang lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker tertentu, termasuk kanker payudara, paru-paru, usus, dan prostat.

Tilapia dapat menjadi sumber yang baik untuk mendapatkan zat mineral ini karena kandungan seleniumnya mencapai 47 mikrogram.

Manfaat lainnya adalah, selenium juga membantu kelenjar tiroid bekerja lebih baik, mengurangi kerusakan DNA, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

3. Baik untuk ibu hamil dan menyusui

Ada beberapa kekhawatiran menyangkut konsumsi ikan saat kehamilan karena kontaminasi zat merkuri. Padahal, asupan nutrisi dari daging ikan sangat direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Amerika. Nutrisi seperti asam lemak omega 3 dan zat besi sangat penting terutama untuk kesehatan janin dan perkembangan anak.

Ikan ini menjadi salah satu ikan yang dapat menjadi pilihan. Karena banyak diternakkan dalam sistem tangki tertutup, ikan tilapia memiliki kontak polusi yang lebih sedikit dibanding ikan lainnya. Oleh sebab itu, ikan ini memiliki merkuri yang sangat sedikit.

4. Membantu menurunkan berat badan

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, ikan tilapia dapat menjadi menu yang ideal untuk diet anda karena dapat memenuhi kebutuhan protein tanpa khawatir akan menimbun banyak lemak.

Protein yang terpenuhi dengan baik dapat mengurangi keinginan untuk makan camilan lain yang belum tentu sehat serta menahan keinginan makan lebih banyak.

Manfaat ini juga dibuktikan pada sebuah penelitian jangka pendek yang mendapati bahwa orang-orang yang makan lebih banyak protein saat diet mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang melakukan diet rendah protein.

Source: hellosehat.com