Select Page

 

Setelah beraktivitas, setiap manusia membutuhkan waktu untuk mengembalikan fungsi normal tubuh, salah satunya dengan tidur. Namun, beberapa orang mengeluh tidak bisa tidur di malam hari meskipun telah mencoba dengan tidur lebih awal. Hal itu disebut dengan insomnia. Apakah kamu sedang mengalami hal yang sama?

Insomnia terbentuk dari kebiasaan.
Dalam Panduan Diagnosa Gangguan Mental, insomnia didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang mengawali tidur, mempertahankan tidur, bangun atau tidur terlalu dini yang tidak menyegarkan. Gangguan tersebut dirasakan selama lebih dari satu bulan. Salah satu penyebabnya adalah pola tidur yang berantakan. Hal itu mengganggu ritme tidur manusia yang dikondisikan agar terjadi saat malam.

“Meskipun kita berbagi tempat yang sama, namun untuk bertahan hidup, setiap dari kita memiliki gaya yang berbeda.” Hal ini juga menyiratkan bahwa jam biologis telah dikondisikan alam secara sempurna. Namun, hal tersebut hanya berfungsi ketika setiap orang membiasakan diri mengikuti aturan tersebut. Misalnya, meskipun orang tahu bahwa dia harus tidur pukul 22.00, namun karena ia mengabaikan informasi itu, maka tetap saja jam tidurnya tidak teratur.

Ternyata aktivitas sosial dapat mempengaruhi pola jam tidur manusia. Mungkin, kamu pernah mengalami selalu hanya bisa bangun dan tidur di waktu tertentu, selama beberapa hari. Sebenarnya peristiwa tersebut merupakan gambaran dari alarm tubuh yang dibiasakan berbunyi di kala tertentu. Misal, jika kamu terbiasa menyalakan alarm pukul 5 pagi, apakah kamu pernah terbangun sebelum alarm berbunyi? Itu karena tubuh sudah membaca kebiasaanmu. Begitu kamu mengembangkan kebiasaan buruk, seperti tidur terlambat, maka jam tubuhmu akan merekam kebiasaan ini.

Jenis insomnia
1. Adjustment Insomnia
Insomnia jenis ini bisa disebut juga insomnia akut atau insomnia jangka pendek. Insomnia jenis ini biasanya karena stres yang bisa berasal dari pengalaman buruk atau malah karena terlalu bersemangat.

2. Behavioral Insomnia pada Anak-anak
Insomnia ini terjadi pada anak-anak yang tidak bisa tidur kecuali disuruh oleh orang tuanya. Jika disuruh, dia akan segera tidur. Kalau tidak disuruh, dia bakal terus bangun sampai tengah malam.

3. Idiopathic Insomnia
Bisa disebut juga gangguan tidur seumur hidup karena berawal sejak bayi hingga dewasa. Belum ada yang bisa memberikan penjelasan tentang penyebabnya.

4. Insomnia yang Disebabkan Substansi Asing
Bisa karena obat, kafein, alkohol, atau makanan lain. Insomnia jenis ini biasanya hilang jika kamu berhenti konsumsi penyebabnya.

5. Insomnia Karena Kondisi Medis
Insomnia jenis ini biasanya adalah gejala gangguan kesehatan mental. Parah tidaknya tergantung tingkat gangguan kesehatan mental yang diderita.

6. Insomnia Non-Organik
Ini adalah tipe insomnia yang belum diketahui penyebabnya. Biasanya karena pasien masih dalam pemeriksaan awal. Namun bisa juga menetap sebagai diagnosa karena insomnia yang bersangkutan tidak sesuai dengan tipe yang lain.

7. Insomnia Organik
Bisa terjadi karena gangguan kesehatan, kondisi fisik, maupun substansi asing. Hanya saja penyebab spesifiknya belum ditemukan dan masih dalam pemeriksaan.

8. Paradoxical Insomnia
Meski banyak yang mengaku sulit tidur semalam atau lebih, tidak banyak bukti yang memperlihatkan bahwa pasien menderita insomnia.

9. Psychophysiological Insomnia
Insomnia ini terjadi karena kekhawatiran yang berlebihan terutama khawatir tidak bisa tidur. Bisa terjadi

Sumber: www.pijarpsikologi.org, www.hellosehat.com
.i ��.��