Sebel nggak sih, ketika sedang bersantai, mau tidur, atau sedang belajar kita tiba-tiba  terganggu gara-gara digigit nyamuk? Apalagi banyak nyamuk yang seolah lebih suka mendekati kita dibandingkan menggigit orang lain di sekitar kita.

 

  1. Memakai baju warna gelap

Tak hanya melalui indera penciumannya, nyamuk juga mengenali mangsa dari penglihatannya. Berbeda dengan serangga lainnya yang tertarik pada warna mencolok, nyamuk menyukai warna gelap. Selain gemar bersarang di tempat-tempat gelap, nyamuk juga suka berada di sekitar kita jika kita mengenakan warna baju gelap seperti hitam atau biru tua.

 

  1. Pelepasan senyawa kimia Oleh tubuh

Aroma tubuh kita juga jadi sinyal bagi nyamuk untuk mendekati dan menggigit kita. Senyawa alami yang dilepaskan oleh tubuh seperti asam laktat, yang dihasilkan tubuh saat berkeringat ampuh mengundang nyamuk mendekati kita.Jadi jangan heran jika setelah olahraga, ataupun setelah melakukan aktivitas fisik lainnya membuat kita jadi lebih berpotensi digigit nyamuk.

 

  1. Bernafas

Pengeluaran karbon dioksda dari pernafasan kita juga jadi salah satu sinyal bagi nyamuk untuk mendeteksi mangsanya. Nyamuk dapat mencium karbondioksida yang kita hasilkan dari jarak 50 meter jauhnya melalui organ khusus yang disebut maxillary palp.

 

  1. Konsumsi minuman bersoda atau beralkohol

Sebuah studi di Journal of the American Mosquito Control Association menemukan bahwa nyamuk lebih memilih mendarat di tangan seseorang yang banyak mengonsumsi alkohol dan soda. Selain karena mempengaruhi aroma tubuh, minuman beralkohol dan bersoda dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga mengundang nyamuk untuk mendekat.

 

  1. Golongan darah

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Medical Entomology menyebutkan bahwa golongan darah berpengaruh terhadap cara nyamuk mengidentifikasi mangsanya. Pada dasarnya nyamuk menghisap darah kita karena mereka membutuhkan serum protein yang terkandung dalam darah.

Jenis protein terbaik menurut indera nyamuk adalah protein yang terkandung dalam golongan darah O. Kadar jenis protein tertentu pada darah O ini lebih tinggi dibandingkan golongan darah lainnya. Oleh karena itu, kamu yang punya golongan darah O berpotensi digigit nyamuk dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah B ataupun A.

 

  1. Tidak membersihkan badan usai beraktivitas seharian

Nyamuk tertarik pada bakteri atau senyawa yang berkaitan dengan keringat, rasa lelah dan efek stres. Pada saat selesai berakitivitas seharian, tubuh akan mengeluarkan senyawa kimia residu proses metabolisme dan pembentukan energi, seperti asam laktat, amoniak dan jenis senyawa residu lainnya yang membuatmu cenderung beraroma tubuhnya. Aroma tubuh inilah yang menarik perhatian nyamuk. Semakin tebal lapisan senyawa residu ini pada kulit, semakin tertarik nyamuk untuk menyerang. Maka, sebaiknya mandi setelah beraktivitas juga untuk mencegah serangan nyamuk yang justru enggan mendekati kulit yang bersih dengan aroma sintetis atau wewangian mencolok termasuk aroma sabun.

 

  1. Termasuk juga kamu yang baru saja selesai berolahraga…

Setelah berolahraga, kamu cenderung menghasilkan lebih banyak karbon dioksida karena bernapas lebih sering dan lebih cepat. Selain itu, komponen lain dalam keringat yaitu asam laktat, juga mengundang nyamuk untuk datang. Kamu juga sangat dianjurkan untuk membersihkan diri usai berolahraga. Tapi ingat, tunggu suhu tubuh menurun dan keringatnya kering dulu, ya!

 

  1. Tinggal di daerah bersuhu panas

Nyamuk lebih tertarik pada mereka yang memancarkan suhu tubuh lebih tinggi karena aktivitas fisik atau kadar stres yang memuncak. Kenaikan suhu ini akan memancarkan efek radiasi panas di sekitar tubuh. Mereka yang punya berat badan berlebih juga biasanya memiliki kecenderungan bersuhu tubuh lebih hangat sehingga juga lebih disukai nyamuk. Namun pada kondisi suhu sangat tinggi seperti demam, nyamuk justru enggan mendekat.

 

  1. Wanita hamil juga jadi salah satu favorit nyamuk untuk dihisap darahnya. Kok bisa?

Ada beberapa alasan kenapa wanita hamil cenderung lebih disukai nyamuk dibandingkan yang lain. Salah satunya adalah karena kadar karbon dioksida yang dilepas oleh wanita hamil lebih banyak karena di dalam tubuhnya terdapat janin yang juga bernafas dan menghasilkan karbon dioksida. Selain itu, wanita hamil cenderung mengalami peningkatan metabolisme, sehingga mereka lebih mudah berkeringat serta memproduksi residu metabolisme seperti asam laktat dan amoniak dalam jumlah lebih besar. Ditambah dengan sejumlah kondisi hormonal yang menyebabkan mereka menghasilkan senyawa-senyawa lain pada keringatnya sehingga semakin mudah menarik nyamuk untuk mendekat.