+62 31 596 3367 spiritsurabaya@yahoo.com

“Jangan menggunakan earphones saat mengendarai sepeda motor (mendengarkan musik, dll), krn mengganggu konsentrasi & rawan kecelakaan.” demikian tertulis dalam sosial media Twitter dan Facebook Humas Mabes Polri, pada tahun 2013. Faktanya masih banyak pengendara motor memakai headset saat di perjalanan. Padahal bahaya banget.

Menutup telinga dengan menggunakan earphone, sama dengan mengurangi fungsi telinga, yaitu mendengar. Jika telinga sudah diisi dengan suara lain, maka sama saja kita tidak mendengar apa yang ada disekitar jalan. Suara-suara yang keluar dari earphone juga bisa membawa kamu dalam ruang imajinasi, sehingga konsentrasi bisa pecah. Bahkan kamu tidak bisa mendengar suara klakson dari kendaraan yang bisa saja sebagai tanda bahaya.

1. Bikin Konsentrasi Saat Berkendara Turun
Musik bisa bikin kamu santai dan rilex sehingga fokusmu pada jalanan juga otomatis bakal berkurang. Padahal, jalan raya itu tempatnya bahaya. Kamu juga harus siap nerima sinyal-sinyal yang diberikan oleh pengendara lain. Misalnya saja, ada sesuatu hal bahaya di sekitar kamu, biasanya kendaraan lain bakal bantu kasih peringatan. Tapi, jika kamu pakai headset, nggak bakal bisa nerima peringatan tersebut.

2. Musik Bisa Mempengaruhi Kecepatan
Biasanya, buat mengatasi ngantuk saat berkendara sebagian orang lebih milih lagu yang nge-beat. Lagu-lagu tempo cepet tersebut cenderung bikin adrenalin naik. Walhasil, pengendara tanpa sadar menyesuaikan kecepatan motor dengan tempo lagu. Motor pun bergerak lebih cepat dan mungkin kamu nggak menyadari hal itu

3. Bisa Ditilang
Bahaya pakai headset saat di jalan raya rupanya juga sudah ditindak tegas oleh undang-undang. Kalian harus catet kalau UU no.22 Tahun 2009 udah ngerangkum peraturan yang isinya, ‘Dilarang mendengarkan musik saat mengendarai motor’. Pada pasal 283 juga tertulis bahwa ‘Setiap orang yang mengemudi kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan kurungan pidana penjara 3 bulan.

4. Kerusakan Permanen pada Telinga
Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja. Berdasarkan penelitian, efek penggunaan earphone atau headset yang berlebih ini memang tidak akan langsung terasa. Kerusakan akibat penggunaan headset atau earphone yang berlebihan ini akan muncul secara perlahan, biasanya efek akan mulai terasa di usia 20-an. Di usia itu, si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.

5. Kerusakan otak
Gelombang elektromagnetik akibat earphone atau headset ini diduga berpengaruh terhadap listrik otak. Terbukti gelombang elektromagnetig ini berpengaruh pada listrik otak pada tikus. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik itu pada otak manusia. Tapi yang jelas kamu harus tetap waspada.