+62 31 596 3367 spiritsurabaya@yahoo.com

Sebuah program televisi berjudul “Hunting Hitler” mengeksplorasi teori konspirasi tentang kematian bos Nazi Adolf Hitler. Hunting Hitler adalah serial televisi History Channel yang didasarkan pada teori bahwa Adolf Hitler berhasil meloloskan diri dari Führerbunker alias bunker untuk sang fuhrer di Berlin, Jerman, pada akhir Perang Dunia II. Film tersebut menceritakan tiga profesor Amerika Serikat yang menyibak kematian Adolf Hitler, dengan bukti DNA ilmiah bahwa tengkorak dan tulang yang ditemukan di dalam bunker sebenarnya milik seorang wanita setengah baya, yang identitasnya masih belum diketahui hingga kini. Ternyata, tim investigasi Hunting Hitler menemukan hal-hal mengejutkan selama pembuatan film. Di balik layarpara kru rela menjelajahi berbagai wilayah di seluruh dunia, seperti mengunjungi Spanyol, Argentina dan Chile, berkolaborasi dengan satu tim wartawan, menemui mantan veteran CIA dan perwira militer. Mereka bertekad untuk membuktikan bahwa Adolf Hitler tidak meninggal di Führerbunker pada tahun 1945. Ia konon selamat dari bunker itu dan kabur. Pemimpin tim investigasi yang juga merupakan veteran CIA, Bob Baer, menegaskan ia dan rekan-rekannya tak akan berhenti hingga kebenaran terkuak. “Sejarah tidak akan pernah terbenahi apabila kita hanya menerimanya begitu saja. Saya tidak akan pernah berhenti untuk mengungkap kebenaran,” tuturnya

 

  1. Misteri Führerbunker

Konsep awal serial TV ini adalah mengungkap kematian Adolf Hitler, yang dikisahkan dalam buku-buku sejarah bahwa ia bunuh diri bersama istrinya Eva Braun di Führerbunker. Führerbunker adalah sebuah tempat berlindung dari serangan udara yang terletak di dekat Kanseleri Reich di Berlin, Jerman. Tempat tersebut merupakan bagian dari kompleks bunker subterania atau di bawah tanah yang dibangun dalam dua fase, diselesaikan pada 1936 dan 1944. Tempat tersebut merupakan Markas Besar Führer (Führerhauptquartiere) terakhir yang digunakan oleh Adolf Hitler, saat Perang Dunia II. Hitler tinggal di Führerbunker pada 16 Januari 1945. Tempat tersebut menjadi pusat rezim Nazi sampai minggu terakhir Perang Dunia II di Eropa. Adolf Hitler menikah dengan Eva Braun di sana pada minggu terakhir April 1945, tak lama sebelum mereka bunuh diri. Bagi Baer, itu semua adalah kebohongan besar. Setelah perang usai, orang-orang Soviet langsung menggerebek bunker tersebut. Mereka melaporkan bahwa mereka menemukan jenazah pemimpin Jerman itu dan telah mengevakuasinya. Namun, satu-satunya bukti DNA menunjukkan, jenazah itu adalah seorang wanita yang ditembak mati di kepala.

“Sampai kita memiliki jenazahnya, penyelidikan terbuka segera dilaksanakan,” tegas Baer.

2. Kabur dari Jerman

Jika Adolf Hitler tidak meninggal di bungkernya, lalu kemana ia pergi? Pertanyaan seperti ini kerap muncul dari para penonton yang antusias menyaksikan Hunting Hitler.

Tim invetigasi percaya, Adolf Hitler mempunyai beberapa rute pelarian, terowongan dan metode yang memungkinkannya kabur dari Berlin, meski kala itu pasukan Rusia sedang menyerang habis-habisan.

Tim mengidentifikasi beberapa rute yang mungkin membantu pemimpin nazi tersebut melakukan perjalanan udara, entah itu di Tempelhof atau landasan pacu bergilir di Brandenburg Gate.

Tujuan potensial untuk mendaratkan pesawat adalah Denmark atau Spanyol, di mana kedua negara ini telah mengisyaratkan akan membuka penampungan bagi Adolf Hitler.

 

  1. Teori U-Boat

Pengunjung menggunakan ponsel untuk mengambil foto lilin Adolf Hitler berlatar belakang kamp Auschwitz di De Mata museum Yogyakarta, Indonesia (AP) Keberadaan Adolf Hitler pernah dilaporkan oleh seseorang yang melihatnya berada di Amerika Selatan, bukan Spanyol, setelah tahun 1945. Masalah utama bagi pasukan Hunting Hitler adalah mencari tahu cara ia selamat dan bisa menempuh jarak yang aman. Teori yang mereka kembangkan adalah Adolf Hitler bisa melakukan perjalanan via U-boat. U-boat atau Unterseeboot adalah kapal selam Jerman yang menjadi lawan mematikan bagi kapal-kapal sekutu selama Perang Dunia I dan II.  Saat mengunjungi Hotel Reina Cristina, tim menemukan adanya terowongan tersembunyi yang bisa digunakan sebagai tempat mendarat pesawat ulang-alik rahasia, membawa Adolf Hitler secara diam-diam menuju laut.

 

4. Bersembunyi dan Dilindungi di Argentina

Presiden Argentina 1946-1955, Juan Domingo Perón, adalah seorang simpatisan Nazi dan berpotensi menjadi sekutu Hitler. Tim Hunting Hitler menemukan beberapa bangunan, jaringan tersembunyi dan saksi mata, yang menunjukkan adanya jejak operasi Nazi di Amerika Selatan. Struktur militer misterius di tengah hutan yang mereka temukan diyakini mendukung keberadaan Adolf Hitler. Terowongan terpendam yang mengarah ke pegunungan, rumah-rumah yang dijadikan tempat berlindung, dan penampakan orang tua mirip Hitler membantu tim investigasi dalam mengumpulkan beberapa bukti praktis.

5. Teori Fourth Reich

Anggota polisi memegang hiasan pemimpin Nazi, Adolf Hitler di markas besar Interpol, Argentina, (18/6). Pihak berwenang menduga barang-barang ini berasal dari seorang pangkat tertinggi Nazi dalam Perang Dunia II. (AP Photo/Natacha Pisarenko) Teori paling aneh dari tim Hunting Hitler menyatakan, Adolf Hitler tidak hanya terus menerus melakukan upaya pelarian, tapi sebenarnya dia beraktivitas penuh di Amerika Selatan. Orang-orang Argentina menyarankan agar Adolf Hitler dan Nazi mengembangkan “Fourth Reich” (Reich Keempat adalah gagasan untuk kekaisaran Jerman di masa mendatang atau penerus dari Jerman Nazi) di Argentina, pasalnya mereka berharap bisa mengembangkan senjata pemusnah massal untuk mengalahkan Amerika Serikat.(source)