Pernahkah anda mengalami berkeringat terus pada telapak tangan, kakinya, ataupun area ketiak? Atau adakah teman anda yg mengalami hal serupa..?

Hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih juga menderita kondisi medis yang disebut hiperhidrosis.  Apa itu hiperhidrosis?  Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan yang terkadang tidak diakibatkan oleh suhu panas ataupun olahraga. Penderita hiperhidrosis bisa memproduksi hingga lima kali lebih banyak keringat dibandingkan jumlah yang diperlukan tubuh.  Bagian tubuh yang paling sering mengalami hiperhidrosis adalah telapak tangantelapak kaki, dan ketiak. Penderita bisa berkeringat sangat banyak, sampai-sampai keringat menembus pakaian dan menetes ke tangan.

Meskipun tidak berbahaya, banyaknya keringat yang bisa berpengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderita dan bisa menimbulkan perasaan malu, stres, gelisah, dan tidak percaya diri karenanya.

  • Efek psikologis. Pakaian dan tangan basah karena berkeringat bisa menimbulkan rasa malu, hal ini bisa memengaruhi psikologis pada penderita.
  • Bau badan tidak sedap. Tidak semua penderita hiperhidrosis akan memiliki bau badan tidak sedap, namun jika bakteri mulai berkembang, maka bau badan tidak sedap akan muncul.
GEJALA

Umumnya beberapa faktor yang membuat seseorang banyak berkeringat adalah olahraga, suhu lingkungan yang panas, gelisah, atau dalam kondisi tertekan.
Namun, banyaknya keringat yang dikeluarkan penderita hiperhidrosis jauh di atas jumlah keringat yang biasanya dihasilkan oleh orang yang kadar keringatnya masih dalam batas normal. Beberapa contoh:

  • Ketiak selalu basah meskipun tidak melakukan aktivitas
  • Tangan basah atau bahkan meneteskan keringat terus

Penyebab Hiperhidrosis

Jika dilihat berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

  • Hiperhidrosis primer. Hiperhidrosis yang tidak diketahui penyebabnya. Meskipun tidak jelas, terjadinya hiperhidrosis primer umumnya dipengaruhi oleh sistem saraf simpatik dan faktor genetik.
  • Hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis yang bisa diidentifikasi penyebabnya. Beberapa penyebab hiperhidrosis adalah: obat-obatan, infeksi, gelisah, hipoglikemia, hipertiroid, obesitas, serangan jantung, gangguan sistem saraf, dan lain-lain.

Agar gejala hiperhidrosis tidak semakin parah, ada baiknya bila:

  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang bisa memicu keluarnya keringat penderita, seperti makanan pedas, kafein,dan minuman keras.
  • Pakai pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat.
  • Memakai kaus kaki/ pakaian yang menyerap kelembapan dan menggantinya setiap hari sekali.
PERAWATAN TERKINI UNTUK HIPERHIDROSIS

Ingin mengurangi keringat berlebih…? Tidak perlu kuatir! Selain pencegahan diatas, pemakaian obat ataupun prosedur operasi, ada prosedur lain yang cepat dan lebih nyaman serta efektif. Tahukah anda tentang botox..? Ternyata Botox selain populer digunakan sebagai anti kerut, juga dapat membantu mengatasi keringat berlebih loh… Botox akan mengurangi produksi kelenjar keringat kita sehingga bagian yang dilakukan treatment akan menjadi lebih kering (tidak berkeringat). Prosedurnya singkat, biasanya hanya memakan waktu sekitar 30 menit, dimana dokter akan menyuntikkan sejumlah botox di area yang banyak berkeringat misalnya ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki. Efeknya cukup signifikan dalam mengurangi produksi keringat sehingga kita bisa lebih percaya diri, dan efektif dalam jangka waktu yang cukup lama juga, antara 6-8 bulan. Anda akan tampil lebih percaya diri, bebas basah, dan bebas bau badan.

Bila ada pertanyaan atau butuh info lebih lanjut silahkan hubungi:

Rosanna G. S

Aesthetic Consultant

085257893316