John Wesley-Kebangunan Rohani di Inggris

August 13, 2008 by admin  
Filed under Penginjil, Tokoh

John Wesley adalah seorang yang sangat saleh dan seorang pengkhotbah yang sangat bersemangat. John Wesley juga dikenal sebagai seorang pemimpin gerakan Kebanqunan Rohani di Inggris pada abad ke-18 bersama dengan saudaranya, Charles Wesley.

John Wesley dilahirkan di Epworth, pada tanggal 17 Juni 1703. Ia adalah anak seorang pendeta Uereja Anglikan (Gereja Inggris). Ayahnya bernama Samuel Wesley dan ibunya bernama Susanna Annesley. Adiknya lahir pada tahun 1707.

Sebagai anak yang berumur lima tahun. John Wesley hampir saja menernui ajalnya dalarn kebakaran yang telah rnenyapu pastori ayahnya. Sungguh, ia adalah "api yang dipetik dari kebakaran itu", seorang yang akan dipakai Allah untuk rnenyulut iman pada ribuan orang.

Pada tabun 1714 John rnemasuki Chartehouse School di London. Ia belajar di sini hingga tabun 1720 dan kemudian pindah ke Church Christ pada Universitas Oxford. Pada tahun 1724 ia menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana mudanya dan atas nasihat ayahnya ia menerima jabatan diaken pada tahun 1725. Pada tahun 1726, John diangkat menjadi asisten dosen pada Lincoln College, Oxford, sambil menyelesaikan program sarjananya. Pendidikan sarjananya berhasil diselesaikannya pada tahun 1727. Ia kini diangkat menjadi imam pembantu pada ayahnya sendiri di Epworth karena ayahnya tidak kuat lagi. Pada tahun berikutnya, John diangkat menjadi presbiter di Epworth.

Pada tahun 1729 ia kembali lagi ke Oxford dan rnembentuk suatu kelompok yang terdiri dari para sarjana. Di sini tampak bahwa John adalah seorang yang cakap berorganisasi. Pada mulanya, kelompok ini mengadakan pertemuan sekali seminggu, yaitu pada setiap hari Minggu petang. Kemudian pertemuan diadakan setiap petang untuk berdiskusi, termasuk mendiskusikan masalah-masalah agama. Kelompok ini kemudian dikenal dengan nama "Klub Kudus" atau Holy Club. Kelompok ini juga belajar bahasa Yunani dan berpuasa pada hari Rabu dan Jum’at. Sakramen dilayani setiap Minggu. Kegiatan-kegiatan sosial juga diwujudkan dengan mengadakan kunjungan-kunjungan ke rumah sakit dan ke penjara-penjara. Kelompok ini rnengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan secara ketat. Itulah sebabnya, orang-orang yang kurang senang dengan kelompok ini inenyebut mereka dengan sebutan Methodis.

Sesudah ayahnya meninggal pada tahun 1735. John dan Charles Wesley berlayar ke Georgia, Arnerika untuk mengabarkan Injil kepada suku-suku Indian. Dalam perjalanannya itu, kapal yang ditumpanginya hampir tenggelam diterjang badai. Kapal itu terombang-ambing dan terguncang dengan hebat. John sangat ketakutan. Beberapa orang Inggris di sekelilingnya berteriak. Tetapi ketika ia memandang pada kelompok orang-orang Moravia, ia rnerasa heran karena mereka sedang menyanyikan mazmur dengan tenang. "Orang-orang yang malas dan bodoh," pikir John. Saat samudera telah tenang, Wesley mendekati pemimpin mereka dan bertanya, "Anda tidak takut akan badai?" Jawabnya, "Tidak, Tuhan ada di pihak kami. Kami tidak takut mati." Hari berikutnya Spangenberg, pendeta Moravia itu, mengajukani pertanyaan untuk John Wesley, "Saudara Wesley, kenalkah saudara dengan Yesus Kristus?" tanyanya. Dengan lancar John menjawab,"Saya tahu bahwa Ia adalah Juru Selamat dunia." Spancenberg bertanya lagi, "Tetapi dapatkah Saudara katakan kepada saya apakah Ia telah menyelamatkan saudara?" Dengan ragu John menjawab, "Saya harap demikian." Pertemuan ini membawa kesan yang mendalam pada diri John Wesley yang kelak akan membawa arah hidup yang baru bagi dirinya.

Pada tahun 1737, John Wesley kembali ke Inggris dan perjalanan misinya ini merupakan suatu kegagalan. Walaupun Wesley seorang sarjana lulusan Oxford dan sangat saleh, imannya yang musiman itu membuat John ditolak untuk bekerja di kalangan suku Indian sehingga ia terpaksa melayani kelompok orang-orang Inggris di Georgia. Ia mengkhotbahkan penghapusan perbudakan di Amerika sehingga orang-orang Inggris di sana tidak menyenanginya.

Di Inggris ia bertemu dengan Peter Bohler, seorang pendeta Moravia. Di sinilah ia mengalami pertobatan pada tanggal 20 Mei 1738. Kira-kira jam lima pagi hari Rabu berikutnya, ia membuka Kitab Perjanjian Barunya pada 2Petrus 1:4 dan membaca, "Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi." Pada malam harinya, ia diundang untuk menghadiri suatu pertemuan perkumpulan Kristen di Jalan Aldersgate. Sebelum berangkat ke perkumpulan itu, ia rnenulis dalam buku hariannya, "Aku pergi dengan perasaan sangat segan untuk mendengarkan seseorang yang membacakan kata pengantar Luther tentang Surat Roma." Dalam pertemuan itulah ia mendapatkan kemenangan bagi dirinya. Beginilah ia menjelaskan, "Kira-kira jam sembilan kurang seperempat, ketika seseorang sedang menjelaskan perubahan yang dilakukan Allah di dalam hati melalui iman kepada Kristus, aku merasa hatiku dihangati secara mengherankan. Aku merasa sungguh-sungguh percaya kepada Kristus yang memberikan keselarnatan."

John rnulai berkhotbah di tempat-tempat yang dihadiri oleh ribuan orang. Pengikutnya makin hari makin bertambah jumlahnya. Oleh karena itu, pada tahun 1739 ia membentuk sebuah organisasi di Moorfields, London, yang dinamai Methodisme. Organisasi ini berkembang dengan sangat mengagumkan di seluruh Inggris, bahkan sampai ke Irlandia (1747). Pada tahun 1751 ia menikah dengan Mary Vaveille dan mengunjungi Skotlandia untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1784, John rnenobatkan Dr. Thomas Hoke untuk bekerja mengawasi pekerjaan Methodisme di Amerika. Dalam pekerjaan penginjiian ini ia menggerakkan pengkhotbah-pengkhotbah awam. Pada tahun 1788 Charles Wesley, saudaranya, meninggal dunia. Perjalanan terakhir di Irlandia dilakukan pada 1789 dan perjalanan terakhir di Inggris Raya dilakukan pada 1790. Dan pada 2 Maret 1791, John Wesley meninggal dunia.

Di Amerika, Gereja Methodis berkembang dan membentuk sebuah lembaga pekabaran Injil yang bernama Lembaga Pekabaran Injil Methodis Amerika (America Methodis Mission). Pada permulaan abad ke-20, Lembaga Pekabaran Injil ini mulai bekerja di Sumatera dan di Pulau Jawa serta Kalimantan Barat, khususnya di kalangan orang-orang Tionghoa. Kegiatan Lembaga Pekabaran Injil ini, di Pulau Jawa, menghasilkan jemaat-jemaat Manggabesar, (Jemaat Ketapangi), Tanah Abang, Bogor, dan Rangkasbitung. Jemaat-jemaat ini kini menjadi jemaat-jemaat Gereja Kristus. Sejak tahun 1922, Lembaga Pekabaran Injil ini memusatkan dirinya di Sumatera. Sebagai hasil pelayanan mereka di Sumatera, lahirlah Gereja Methodis Indonesia (GMI) yang berpusat di Medan dan menjadi salah satu anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Teologia John Wesley ditandai denrgan penekanan pada perdamaian Kristus yang universal. Mereka yang menerima Kristus akan diselamatkan dan mereka yang sungguh-sungguh mencari kesucian hidup akan disucikan dari dosanya. Ajaran-ajaran Wesley dituangkannya dalam karangannya yang berjudul Explanatory Notes Upon the New Testament and Standard Sermons yang terdiri dari empat jilid.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!