Select Page

Menggosok gigi merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang. Namun, sayangnya masih banyak orang yang masih melakukan kebiasaan buruk saat menggosok gigi yang tanpa disadari akan merusak gigi.

Mungkin banyak hal yang selama ini kita pikir benar, ternyata belum maksimal dalam membersihkan gigi. Agar kamu semakin paham, yuk pelajari kebiasaan buruk saat menggosok gigi yang belum kita tahu!

 

Menyikat terlalu keras merupakan kebiasaan buruk saat menggosok gigi

Kebiasaan buruk saat menggosok gigi yang pertama adalah menyikat gigi terlalu keras. Menggosok gigi terlalu keras nggak akan membuat gigi kamu lebih bersih, tapi justru dapat merusak lapisan gigi. Lebih parahnya lagi akan membuat gusi kamu berdarah.

Untuk menghindari gigi dan gusi dari rasa sakit sebaiknya sikatlah gigi secara perlahan dan lembut dengan sikat gigi yang halus. Jika kamu sudah mulai merasakan rasa sakit akibat sikat gigi yang digunakan, segeralah ganti.

 

Melakukan teknik yang salah dalam menggunakan sikat gigi

Biasanya kebanyakan orang menggunakan sikat gigi dalam posisi yang lurus. Padahal posisi ini justru nggak akan memberikan hasil yang optimal. Pastikan saat menggosok gigi posisi yang tepat pada sudut 30-45 derajat ketika menyentuh gusi.  Putar sikat gigi dengan gerakan melingkar agar efektif menghilangkan plak. Jangan lupakan gigi belakang, karena biasanya daerah ini tersembunyi plak dalam jumlah yang banyak.

 

Bagian dalam gigi tak pernah dibersihkan

Kebiasaan buruk saat menggosok gigi berikutnya yaitu tidak mempedulikan gigi bagian dalam. Padahal plak pada gigi dapat muncul tak hanya pada bagian luar gigi, tetapi bagian dalam gigi juga. Hal inilah yang dapat menimbulkan kerusakan pada gigi kamu. Sebaiknya, gosok gigi bagian dalam lebih sering agar terhindak dari plak yang menempel pada gigi.

 

Menggosok gigi dengan waktu yang singkat

Sebenarnya dibutuhkan waktu dua menit untuk membersihkan gigi, tapi nggak sedikit orang yang nggak mengikuti aturan ini. Nah, supaya kita tetap bisa membersihkan gigi secara menyeluruh dalam dua menit, kamu bisa memainkan lagu yang panjangnya dua menit, supaya kamu tahu kapan waktu yang tepat untuk selesai membersihkan gigi.

 

Tidak membersihkan bagian lidah saat menggosok gigi

Saat menggosok gigi, terkadang sebagian orang juga sering lupa untuk membersihkan bagian lidah. Lidah sebenarnya adalah tempat dimana bakteri berkumpul. Bahkan, lapisan tipis dimana para mikro organisme yang berasal dari makanan dan minuman yang kamu konsumsi berkumpul di lidah. Lapisan tersebut disebut microfilm. Jadi, saat menggosok gigi jangan lupa menggosok lidah kamu juga ya, karena dengan melakukan hal ini kita bisa mengurangi bau mulut hingga 70% lho!

 

Menggunakan sikat gigi yang terlalu kasar

Jangan asal pilih sikat gigi, pilihlah yang memiliki bulu lembut yang dapat menyelinap di sela gigi sehingga bisa mengusir semua plak yang menempel disana. Jika plak yang menempel tak cepat dibersihkan berisiko dapat meningkatkan penyakit gusi. Selalu jaga kebersihan sikat gigi, agar tidak terkena bakteri.

 

Tidak rajin mengganti sikat gigi

Jangan terlena dengan satu sikat gigi saja karena sudah merasa nyaman dan digunakan dalam  jangka yang panjang. Sebaiknya kamu rajin mengganti sikat gigi yang telah lama kamu gunakan. Menurut penelitian, kamu harus mengganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali, hal ini bertujuan agar bulu-bulu pada sikat gigi yang sudah rusak tidak merusak gigi.

 

Menyikat gigi saat sedang mandi

Menyikat gigi saat mandi, apalagi pada pancuran air yang mengalir membuat aktivitas gosok gigimu jadi nggak terlalu fokus. Sebaiknya gosoklah gigi di depan cermin, jadi kamu bisa melihat tiap sudut rongga mulut saat menyikatnya.

 

Sering lupa obat kumur usai menggosok gigi

Kebiasaan buruk saat menggosok gigi terakhir adalah kamu sering melupakan obat kumur. Padahal pasta gigi dan sikat yang kamu gunakan tidak dapat menghilangkan plak akibat sisa makanan yang menempel pada rongga mulut. Maka, kamu perlu menggunakan obat kumur yang bebas alkohol yang mengandung hydrogen peroksida. Tapi, jika kamu memang tidak biasa menggunakan obat kumur, berkumur dengan air saja sudah baik daripada tidak sama sekali.

 

Sumber: www.papasemar.com