Memiliki tabungan yang banyak bagi masa depan adalah dambaan semua orang. Namun kenyataannya tidak semua orang bisa memiliki tabungan untuk masa depan, karena terjebak dalam kehidupan era modern saat ini. Lingkungan sekitar kita merupakan godaan besar yang menjebak kita dalam gaya hidup boros tanpa disadari.

Bila kamu menghadapi masalah sejenis dan ingin memulai membangun kepemilikan tabungan juga aset pribadi, mulailah untuk melihat lagi kebiasaan keuanganmu. Jangan-jangan, pendapatan kamu selama ini kebanyakan habis untuk hal-hal kurang penting.

1. Suka makan di luar

Jarang makan di rumah banyak sekali penyebabnya. Bisa karena tidak ada makanan yang bisa dibawa ke kantor atau ke kampus, bisa juga karena lebih suka jajan makan siang di luar rumah. Makan memang kebutuhan pokok dan termasuk kebutuhan penting. Namun, tahukah kamu, kebiasaan selalu makan siang dan malam di luar rumah, sangat mudah menjebol kantongmu? Bila seporsi makanan di warung makan atau restoran minimal Rp 25.000, dalam 5 hari kerja, kamu bisa menghabiskan Rp 125.000 hanya untuk biaya makan siang. Belum biaya transportasi, biaya camilan, dan lain-lain.

2. Jarang membeli kemasan isi ulang

Ketika kamu berbelanja, sebenarnya banyak barang yang memang akan rutin kamubutuhkan. Misalnya, shampoo, sabun, deterjen, kecap, minyak goreng, dan lain sebagainya. Bila ingin menghemat sedikit uang, pilihlah kemasan isi ulang saja. Kemasan isi ulang akan lebih ekonomis ketimbang anda selalu membeli kemasan baru.

3. Tidak sabar membandingkan harga

Diskon, selain membuat orang jadi boros sebenarnya punya sisi positif, yaitu pembeli bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah dari harga normal. Selama bisa menjaga diri untuk tidak konsumtif, maka membeli produk diskon bagus untuk dilakukan. Bahkan, seharusnya setiap barang yang anda beli harus dibandingkan dan dicari versi diskonnya, sehingga bisa berhemat lebih banyak

4. Mudah tergoda

Gaya hidup mudah tergoda untuk membeli barang pada pandangan pertama seperti ini harus dikurangi. Kebiasaan ini biasanya berawal dari hobi jalan-jalan dan berbelanja yang berakibat organ visual kita mudah tertarik akan sebuah produk yang terlihat ‘eye catching’. Sebelum melakukan pembelian, pikir dengan matang, apakah memang benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak.

5. Malas mencari tawaran diskon

Tidak selamanya diskon itu menjebak dompet. Beberapa tawaran jasa atau barang, memang memberikan harga lebih hemat dengan syarat tertentu. Misalnya, kamu merupakan pemakai transportasi online yang rutin.

Penyedia platform transportasi online banyak memberikan diskon harga tarif bila kamu mengaktifkan layanan cashless mereka. Nah, mengapa tidak memanfaatkan hal tersebut agar biaya transportasi kamu lebih hemat.