Siapa sih yang nggak suka dengan musik? Semua orang baik tua dan muda pasti menikmati musik dalam kesehariannya. Dengan musik, hidup memang terasa lebih seru dan asik. Karena itulah industri musik akan tetap terus bertahan karena penikmatnya juga memang dari berbagai kalangan.

Meski begitu, siapa sangka kalau musik ternyata juga punya beberapa akibat buruk bagi pendengarnya. Berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Mempromosikan gaya hidup yang buruk

Musik-musik pop memang menyenangkan untuk didengar, tapi sayangnya nggak semua musik punya kualitas yang bagus dan beberapa diantaranya malah mempromosikan gaya hidup yang buruk.

Beberapa lagu pop Hollywood malah menyanyikan lagu dengan lirik yang mendorong gaya hidup hedonisme. Jelas bersenang-senang bukanlah hal yang salah, tapi hedonisme juga bukan hal yang bagus pula.

  1. Musik galau meningkatkan kecemasan dan masalah kejiwaan

Para peneliti Finlandia sangat-sangat tertarik dengan pengaruh musik pada otak sehingga mereka melakukan beberapa penelitian selama sepuluh tahun terakhir. Tahun 2015, ditemukan bahwa mendengarkan musik galau sepanjang waktu ternyata bisa memberikan pengaruh buruk pada kesehatan mental.

Penelitian lain juga dilakukan yang fokus pada lirik lagu. Ternyata, musik dengan dengan lirik positif membuat pendengarnya makin merasa senang. Sementara itu musik dengan lirik galau dan sedih akan membuat pendengarnya makin sedih dan bahkan kemungkinan berkontribusi pada masalah emosional.

  1. Menggangu belajar dan kerja

Beberapa orang menikmati belajar atau bekerja sambil mendengarkan musik, tapi sebaiknya jika kamu termasuk seseorang dengan kebiasaan tersebut, mulailah menguranginya. Hasil penelitian dari Universitas Wales menunjukkan bahwa hasil kerja atau belajar seseorang ternyata menjadi lebih buruk saat mendengarkan musik apapun.

Dalam kondisi tenang, seseorang bisa berkonsentrasi dengan lebih baik sehingga menghasilkan hasil yang lebih baik pula. Sementara itu, musik ternyata malah bisa mengganggu konsentrasi yang dibutuhkan untuk mencerna informasi.

  1. Memicu kerusakan telinga

Sebagian orang suka mendengarkan musik mereka keras-keras. Tapi dengan peralatan portable yang dilengkapi headset, kebiasaan ini ternyata bisa memicu kerusakan pendengaran permanen. Menurut penelitian terbaru, setidaknya seperempat dari 170 remaja yang diteliti di Kanada sudah mengalami gejala awal tinitus.

Tinitus adalah masalah kronis seperti suara berdenging di telinga yang biasanya hanya muncul pada orang berusia 50 tahun ke atas. Meski tinitus kadang cuma bersifat sementara (seperti saat setelah nonton konser yang sangat keras), tapi ini juga bisa menjadi tanda-tanda bahwa telah terjadi kerusakan syaraf telinga. Maka sangat disarankan untuk mengecilkan volume jika kamu sedang mendengarkan lagu apalagi melalui headset.

Musik memang menyenangkan karena bisa mewarnai hari-hari yang membosankan menjadi lebih seru dan menyenangkan. Tapi kamu juga perlu hati-hati, jangan sampai musik tersebut malah memberikan efek negatif pada kesehatan jiwa dan mentalmu. Pilih lagu yang baik agar kamu nggak terperosok pada sesuatu yang salah.

Source : https://iyakan.com/