Saat bercermin terlihat wajah kita. Detail wajah bisa dipelototi. Dibantu cermin pula kita bisa membersihkan wajah.
Di bagian lain, makna bercermin diri jauh lebih luas. Salah satunya bermakna introspeksi diri sebelum nyinyir pada pihak lain. Jangan sampai, kesalahan orang mudah terlihat, kekurangan diri sendiri rapi tersembunyi.
Lantas, jika ada cermin di tikungan jalan, apa maknanya bagi kita para pengendara?
Sepanjang saya berkendara, banyak menjumpai cermin yang dipasang di tikungan jalan. Umumnya cermin yang saya jumpai bentuknya bulat dan berukuran cukup besar. Jika dibandingkan, ukuran diameternya bisa mencapai empat kali besarnya piring makan kebanyakan di masyarakat kita.
Salah satu yang kerap saya jumpai adalah cermin di tikungan jalan di kawasan pemukiman tempat saya tinggal. Pemukiman kami terletak di pinggiran kota Jakarta. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Cermin itu ditempatkan di tiang besi. Letaknya berdampingan dengan tiang lampu jalan. Tiang cermin berwarna oranye membuat para pengguna jalan dapat dengan mudah melihatnya.
Lokasi cermin di dekat pertigaan jalan perkampungan. Pada jam-jam sibuk seperti pagi hari, arus kendaraan bermotor cukup ramai. Mayoritas kendaraan itu adalah sepeda motor. Mirip dengan perkampungan-perkampungan lain di Jakarta.
Setiap saya melintas di tikungan itu radanya cukup terbantu oleh kehadiran sang cermin. Lewat cermin tadi saya dapat gambaran pergerakan kendaraan lain dari arah yang berbeda. Manfaat yang saya rasakan adalah menjadi lebih percaya diri melintas di tikungan itu.
Tak cukup hanya cermin, seorang warga bahkan memasang spanduk peringatan. Spanduk berwarna mencolok itu berisi pesan agar pengendara berhati-hati saat melintas di tikungan. Sebuah sikap mulia untuk saling mengingatkan pentingnya keselamatan jalan (road safety).
Sekali lagi, kehadiran cermin amat melengkapi upaya pengendara menghimpun informasi pergerakan kendaraan di area yang akan dilintasi. Pijakan dasar road safety adalah melihat dan terlihat. Peran cermin dapat memenuhi pijakan itu.
Sumber: www.edorusyanto.wordpress.com