Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang berbahaya, seperti ketika merasa terancam, tertekan, ataupun ketika mengalami suatu perubahan. Stres bisa menyebabkan berbagai respon tubuh, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Stres biasanya timbul karena berbagai faktor, seperti: faktor lingkungan, pekerjaan, pikiran, ataupun terjadinya suatu fase perubahan dalam hidup, misalnya kelahiran ataupun kematian orang tersayang.

Ketika seseorang merasa stres, detak jantung akan meningkat, ritme napas menjadi cepat, otot menegang, dan bisa menyebabkan tekanan darah naik.

1. Penyakit jantung

Para peneliti telah lama menduga bahwa stres menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

2. Asma

Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa stres yang dirasakan orangtua, juga dapat meningkatkan kemungkinan diturunkannya penyakit asma pada anak. Selain itu, ibu hamil yang terpapar polusi udara atau memiliki kebiasaan merokok, juga dapat menyababkan sang anak memiliki penyakit asma.

3. Obesitas

Stres dapat menyebabkan lemak menumpuk di perut, sehingga dapat meningkatkan risiko mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Ahli mengatakan bahwa stress dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalah tubuh, yang bisa menyebabkan lemak tertumpuk dalam perut.

4. Diabetes

Cara pertama yaitu stress dapat menyebabkan kebiasaan buruk, seperti konsumsi makanan yang tak sehat dan minum secara berlebihan. Kedua, stres juga bisa meningkatkan kadar glukosa darah pada  penderita diabetes tipe

5. Sakit kepala

Stres dianggap sebagai salah satu pemicu sakit kepala yang paling umum.  Namun tak hanya sakit kepala saja, stress juga dapat menyebabkan migrain.

6. Depresi dan gangguan kecemasan

Tak mengherankan jika stress dikaitakan dengan 2 masalah gangguan mental ini.

Selain itu, sebuah survei telah membuktikan, bahwa orang yang mengalami stres karena pekerjaanya, memiliki risiko 80% lebih tinggi terkena depresi dan gangguan kecemasan.

7. Masalah pencernaan

Stres dapat menyebabkan sejumlah masalah pada sistem pencernaan, seperti : heartburn dan GERD yang menyebabkan rasa perih atau sakit di dada karena asam lambung naik, serta irritable bowel syndrome atau IBS yang memengaruhi fungsi usus besar.

8. Penyakit Alzheimer

Satu penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan, menemukan bahwa stres dapat memperburuk penyakit Alzheimer. Penelitian ini diyakini juga memiliki efek yang sama pada manusia. Selain itu, para peneliti juga meyakini bahwa dengan mengurangi stres dapat memperlambat perkembangan penyakit otak, seperti misalnya Alzheimer ini.

9. Mempercepat penuaan

Sebuah studi membandingkan antara DNA wanita yang mengalami stres karena merawat anaknya yang sakit parah, dengan wanita yang tidak. Para peneliti pun menemukan bahwa stres dapat mempercepat penuaan, sekitar 9 hingga 17 tahun lebih tua daripada usia sebenarnya.

10. Kematian dini

Stres rupanya dapat meningkatkan risiko kematian pada usia muda.

Sebuah peneliti menemukan, bahwa orang yang menderita stres memiliki risiko 63% lebih tinggi mengalami kematian dini, daripada mereka yang tidak mengalami stress ataupun  memiliki tingkat stress yang rendah.

Sumber: www.health.grid.id