Sering bersantai di pantai atau menghabiskan banyak waktu di luar ruangan saat matahari sedang bersinar terik? Kacamata hitam sudah pasti jadi senjata andalan kamu. Tapi hati-hati, jika memang aktivitasmu membutuhkan kacamata hitam sebagai pelindung mata dan bukan sekadar gaya-gayaan saja, jangan ambil risiko dengan mengenakan kacamata hitam murahan. Bukan masalah gengsi, tapi lebih kepada kesehatan mata.

Bahaya sinar UVB bagi mata

Kepada DailyMail, ahli pemeriksa mata senior di Viewpoint Opticians di York, Chris Worsman, mengatakan bahwa sinar UVB yang dipancarkan matahari dapat merusak lensa mata. Lensa mata adalah bagian mata yang membantu memfokuskan cahaya.

“Lensa mata terbuat dari dari banyak protein, itulah mengapa lensa terlihat jernih,” ujar Chris. “UVB menyebabkan protein tersebut terurai dan kusut, sehingga lensa mata menjadi keruh. Ini disebut katarak dan bisa berkembang setelah bertahun-tahun terkena paparan sinar matahari tanpa pelindung.”

Paparan sinar UV tanpa perlindungan UV yang baik juga bisa berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit di kelopak mata. Chris memaparkan bahwa sejenis kanker kulit bernama karsinoma sel basal biasanya terlihat seperti titik atau rasa sakit di kelopak mata, dan bisa juga terjadi karena paparan sinar matahari.

“Meskipun tidak menyebar ke tempat lain, ia bisa tumbuh ke dalam kelopak mata, dan operasi pengangkatan kanker di kelopak mata akan meninggalkan bekas luka yang signifikan,” lanjut Chris. “Untuk jangka pendek, paparan sinar matahari bisa menyebabkan photo keratitis, saat paparan sinar matahari yang intens mematikan lapisan terluar kornea.”

Kenapa kacamata hitam murah bisa berbahaya?

Kacamata hitam akan menghambat sinar UV, jika kamu memilihnya dengan hati-hati. Cahaya diukur dalam nanometer, dan sinar UVB kira-kira berukuran 320-390 nanometer. Jika kacamata hitam memiliki label CE (perlindungan sinar UV standar Eropa) artinya kacamata hitam tersebut dapat menerima sinar UV tidak lebih dari 5% di bawah 380 nanometer.

“Yang perlu kamu perhatikan pada kacamata hitam Anda adalah tanda UV 400, yang artinya bahwa kacamata tersebut tidak menerima sinar UV di bawah 400 nanometer,” jelas Chris.

Secara teknis, artinya kacamata tersebut menawarkan perlindungan lebih dari label CE, tapi memang perbedaannya minimal, dan sinar UV antara 380-400 tidak begitu merusak bila dibandingkan yang ukurannya lebih rendah.

Kacamata hitam yang murah biasanya tidak memiliki lensa yang memberi perlindungan pada sinar matahari, melainkan hanya lensa biasa saja yang diwarnai dengan tinta hitam, dengan tingkat 4 yang paling gelap dan 1 yang paling terang. “Tapi warna gelap pada lensa ini hanya sekadar tampilan saja dan pada kenyataannya tidak memberikan perlindungan UV,” kata ahli pemeriksaan mata dari Specsavers, James Goldenberg.

James mengatakan kacamata hitam yang murah benar-benar memiliki risiko, karena ia tidak benar-benar melindungi mata dari sinar UV. Dikutip Time, kacamata tanpa pelindung UVA dan UVB akan sangat mudah menyaring cahaya. Kacamata murah tidak melakukan apapun untuk melindungi kita, selain hanya untuk gaya saja. Tinta hitam yang menutupi lensa tanpa memberikan perlindungan memang bisa memberi efek mengurangi silau, padahal mata kamu tetap terpapar sinar UV. Lama kelamaan, lensa gelap ini malah akan mengganggu penglihatan kamu dan jika dipakai terlalu lama biasanya mengakibatkan pusing karena mata kamu harus bekerja ekstra keras.

“Sebagai tambahan, paparan cahaya pada UVA dan UVB dapat meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, dan bahkan berkembangnya melanoma okular, jenis kanker yang sangat jarang terjadi,” tutur Dr. Wayne Bizer, dokter mata dan juru bicara di American Academy of Ophthalmology.

Sumber: www.hellosehat.com